Sabtu, 04 Agustus 2012

Pikiran dan Samadi

kumpulan puisi kahlil gibran

Judul : Pikiran dan Samadi
by:kahlil gibran

puisi-puisi-cinta-kahlil-gibran







PIKIRAN DAN SAMADI
Hidup menjemput dan melantunkan kita dari satu tempat ke tempat lain
Nasib memindahkan kita dari satu tahap ke tahap lain.

Dan kita yang diburu oleh keduanya, hanya mendengar suara yang mengerikan, dan hanya
melihat sosok yang menghalangi dan merintangi jalan kita.

Keindahan menghadirkan dirinya dengan duduk di atas singgasana keagungan,tapi kami mendekatinya atas dorongan Nafsu,merenggut mahkota
kesuciannya, dan mengotori busananya dengan tindak laku durhaka.

Cinta lewat di depan kita, berjubahkan kelembutan tapi kita lari
ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan, atau ada pula yang malahan
mengikutinya, untuk berbuat kebusukan atas namanya.

Meski orang yang paling bijaksana terbungkuk karena memikul beban Cinta,
tapi sebenarnya beban itu seringan pawana riang Lebanon.
Kebebasan mengundang kita pada mejanya agar kita menikmati makanan lezat
dan anggurnya tapi bila kita telah duduk menghadapinya, kita pun makan
dengan lahap dan rakus.

Tangan Alam menyambut hangat kedatangan kita, dan menawarkan pula agar
kita menikmati keindahannya tapi kita takut akan keheningannya, lalu
bergegas lari ke kota yang ramai, berdesak-desakan seperti kawanan kambing
yang lari ketakutan oleh serigala garang.
Kebenaran memanggil-manggil kita di antara tawa anak-anak atau ciuman
kekasih, tapi kita menutup pintu keramahan baginya, dan menghadapinya bagaikan musuh.

Hati manusia menyeru pertolongan jiwa manusia memohon pembebasan tapi kita tidak mendengar teriak mereka, karena kita tidak membuka telinga dan
berniat memahaminya. Tapi orang yang mendengar dan memahaminya malahan
kita sebut gila lalu kita tinggalkan.

Malampun berlalu, hidup kita lelah dan kurang waspada, sedang hari pun
memberi salam dan merangkul kita. Tapi di siang dan malam hari, kita senantiasa ketakutan.
Kita amat terikat pada bumi, sedangkan gerbang Tuhan terbuka lebar. 

Kita menginjak-injak roti Kehidupan, sedangkan kelaparan menggerogoti hati
kita. Sungguh betapa budiman Sang Hidup terhadap Manusia, namun betapa
jauh Manusia meninggalkan Sang Hidup.

Karya : kahlil gibran" Suara Sang Guru"

0 komentar:

Poskan Komentar

luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com